logotype

Profile

Sekolah Darma Bangsa is a “Non-Secular” National Plus School of International insightful in the Lampung Province, conducting Early Education (Kindergarten) Primary Education (elementary school) and Secondary Education (junior high school and high school).

Bolder Theme, for your corporate site

Vision

Building lifelong learners for the 21st century who are “Smart”, “Dynamic” and “Bright”

Mission

To instill students with knowledge and skills to become creative citizens locally and globally through the dedication of caring and professional staff in an attractive, stimulating, bilingual, learner-centered, and technology-rich school environment.

Bolder Theme, for your corporate site

Curriculum

Conducts Early Education (Kindergarten) using the Montessori Method, Primary Education (elementary school) uses Cambridge and the Indonesian National Curriculum, Secondary Education (junior high school and high school) using Cambridge and the Indonesian National Curriculum. SDB offers ICAS (International Competition and Assessments for Schools) sponsored by the University of North South Wales, Australia.

Bolder Theme, for your corporate site

Facilities

Sekolah Darma Bangsa offers modern air-conditioned classrooms, swimming pool, basketball court, playground, multi-function room, several laboratories, modern ICT labs, and WiFi to provide International academic and non-academic support for students.

Bolder Theme, for your corporate site

Achievements

Sekolah Darma Bangsa students have been universally recognized by the Lampung province, nationally and internationally for academic and non-academic achievements. In our view all SDB students are “WINNERS”.

Bolder Theme, for your corporate site

SMA Homestay : Goes to Bali (Again)

Homestay adalah salah satu kegiatan unggulan dari Sekolah Darma Bangsa, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia dan merupakan Sekolah pelopor kegiatan Homestay. Pada tahun 2016, Homestay SMA Darma Bangsa dilaksanakan di desa wisata Penglipuran, Bangli di Provinsi Bali. Kegiatan Homestay tersebut diselenggarakan selama 4 hari, yakni sejak tanggal 4 – 7 Desember 2016. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 11 Shakespears dan Mozart yang berjumlah 27 orang dengan didampingi oleh 5 guru.

Homestay di Penglipuran merupakan kali kedua bagi SMA Darma Bangsa, sebelumnya kegiatan ini pernah dilakukan pada tahun 2014. Mengingat hal tersebut, maka pengurus adat  desa Penglipuran ataupun warganya sudah tidak asing lagi dengan nama SMA Darma Bangsa. Bahkan, beberapa ibu dan bapak angkat siswa – siswi homestay 2016 masih mengingat siswa – siswi SMA Darma Bangsa yang pernah homestay di tahun 2014.

Keberangkatan menuju desa Penglipuran menggunakan pesawat terbang dengan transit terlebih dahulu di Jakarta. Setibanya di desa Penglipuran,  siswa – siswi sudah cukup lelah karena adanya jadwal penerbangan yang terlambat selama perjalanan sehingga setelah penyambutan yang hangat yang dilakukan oleh pengurus desa Penglipuran yang diikuti makan malam, maka siswa – siswi menuju rumah orang tua angkat masing – masing dengan dijemput oleh orang tua angkat itu sendiri.

Pada hari kedua, tepatnya senin 5 desember 2016, setelah makan pagi siswa – siswi melakukan tracking  mengelilingi desa penglipuran dengan dipandu oleh pengelola desa Penglipuran. Desa Penglipuran di kelilingi oleh hutan bambu dan desa adat yang tak kalah menarik. Kontur tanah desa penglipuran tidak rata, dikarenakan desa Penglipuran terletak di sekitar gunung. Walaupun demikian, siswa – siswi tidak mengeluh dan tetap bersemangat dengan tracking yang dilakukan. Selama tracking, siswa – siswi dapat melihat betapa bersih dan teraturnya desa Penglipuran dan bagaimana mereka memperoleh predikat sebagai tiga besar desa terbersih sedunia. Siswa – siswi juga belajar membuat biogas dan belajar bagaimana pola hidup desa Penglipuran dimana adat, budaya, dan keagaamaan berjalan berdampingan. Setelah lelah tracking, siswa – siswi beristirahat sejenak dan makan siang kemudian dilanjutkan kegiatan membuat kerajinan tangan yang biasa dilakukan oleh warga bali dalam kegiatan adat dan keagamaan. Pada malam harinya, siswa – siswi belajar menari dan bermain alat musik tradisional Bali. Bukan hanya belajar, siswa – siswi akan menampilkan apa yang sudah mereka pelajari selama 2 jam di depan warga desa Penglipuran.

Pada hari ketiga, tepatnya, selasa 6 desember 2016, siswa – siswi menuju desa yang menjadi asal muasal desa Penglipuran yakni, desa Bayung Gede di Kintamani. Desa tersebut tidak jauh berbeda dengan desa Penglipuran apabila dilihat dari struktur organisasi dan hukum yang berlaku, hanya desa Bayung Gede memiliki ciri yang berbeda yakni penyimpanan ari – ari bayi yang dilakukan dengan menggunakan sabut kelapa. Setelah menyusuri desa Bayung Gede, siswa – siswi menuju museum volcanologi yang tidak jauh letaknya di daerah Kintamani. Di museum itu, siswa – siswi melihat ada banyak peninggalan batu dan patung yang ada di Bali. Selain itu siswa – siswi juga melihat tayangan terbentuknya volcano di gunung di provinsi Bali saat berada di ruangan audiovisual museum. Pada siang harinya, siswa – siswi SMA Darma Bangsa belajar untuk membuat klepon ubi yang akan mereka sajikan pada saat nanti malam yakni, saat pentas seni dan membuat sate lilit yang akan disantap pada makan malam. Siswa – siswi belajar dari saat memotong ayam, membuat parutan kelapa, dan membuat bumbu lainnya sampai proses pembakaran sate. Terlihat wajah lelah di raut muka mereka yang tertutupi rona bahagia setelah sate tersebut matang.

Pada malam harinya, suasana aula desa ramai tidak seperti biasanya, siswa – siswi tidak menyangka akan sangat banyak warga yang menonton mereka, maklum tarian yang mereka pelajari hanya dalam waktu dua jam, padahal tarian tersebut adalah tarian kompilasi antara kecak dan tarian tradisional Bali lainnya yang nama – namanya sulit diingat. Namun siswa – siswi terlihat memukau dan warga pun seolah tak percaya bahwa tarian dan musik yang ditampilkan hanya dipelajari sehari dalam kurun waktu dua jam. Kegiatan pentas seni diakhiri dengan berbagi pengalaman yang disampaikan oleh bapak Ketua Desa Penglipuran, SMA Darma Bangsa (Ms. Theresia), dan perwakilan siswa SMA Darma Bangsa (Caesaretha) dan pemberian kenang – kenangan dari SMA Darma Bangsa.

Pada hari keempat, makan pagi tidak seramai biasanya, dikarenakan siswa – siswi melakukan kegiatan salam perpisahan dengan masing – masing orang tua angkat. Hampir setiap siswa memperoleh kenang – kenangan dari orang tua angkat mereka. Beranjak siang, maka rombongan SMA Darma Bangsa mohon diri dan mengucapkan terimakasih atas segalanya dan mohon izin untuk meneruskan perjalanan kembali ke Lampung. Dia akhir kegiatan, pihak desa Penglipuran turut mengucapkan terimakasih atas kehadirannya dan menyampaikan niatnya untuk mengajukan proposal bagi SMA Darma Bangsa agar menjadikan kegiatan homestay di penglipuran seperti kegiatan tahunan. Dengan demikian, kegiatan Homestay 2016 di desa Penglipuran kali ini, yang merindukan kedatangan kembali bukan hanya siswa, tetapi warga desa Penglipuran pun demikian. Salam Keluarga SMA Darma Bangsa-Penglipuran 2016.

Written By : Mirra Olivia HR., S.Pd. (SMA Teacher)

Foto Kegiatan Homestay SMA ke Bali klik disini!

Share This Content

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

SDB Random Video

2012 -2018  Sekolah Darma Bangsa
Jl. Z.A. Pagar Alam No.93A Rajabasa, Bandar Lampung | Tlp: 0721-700931 | Fax: 0721-771556 | Kode Pos: 35142